Posts Subscribe to InFoGauLComments

Online bookmark Bookmark

Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

8 Jembatan Yang Unik dan Paling Mengerikan

Jembatan dibuat untuk menghubungkan dua dataran yang terpisah. Walau mayoritas merupakan olah tangan manusia, ada kalanya alam turut campur. Misalnya jembatan di Gunung Tai, Cina.

Bentuk kontur daratan yang ekstrim berpengaruh pada bentuk jembatan yang dibangun. Hasilnya, banyak jembatan yang bikin 'deg-degan' bila kita berada di atasnya. Di bawah ini beberapa contoh jembatan paling 'gila' di dunia. Apa sajakah itu?


1. Immortal Bridge
Letaknya di Gunung Tai, Provinsi Shandon, Cina. Gunung ini salah satu dari lima gunung suci di Cina dan berhubungan dengan kelahiran, fajar dan renaisans. Jembatan ini terdiri dari tiga batu besar dan beberapa yang lebih kecil. Di bawahnya lembah dan ke arah Selatan ada jurang yang tampaknya tak berdasar. Jembatan ini terbentuk karena proses alami. Tidak ada yang tahu kapan terciptanya, kuat dugaan sudah ada sejak zaman es terakhir.



2. The Old Bridge of Konitsa
Jembatan ini telah ada berabad-abad di Yunani membentang di atas sungai Aoos, sungai yang meluap setiap musim dingin. Coba perhatikan dengan teliti di bagian bawah jembatan, Anda dapat melihat lonceng kecil. Fungsinya sebagai penanda ketika bel berbunyi karena angin, berarti terlalu berbahaya untuk menyeberangi jembatan.


3. The Carrick-a-Rede Rope Bridge
Carrick-a-Rede Rope Bridge adalah jembatan tali dekat Ballintoy, County Antrim, Irlandia Utara. Jembatan ini menghubungkan dengan Pulau Carrick. Sebagai situs yang dikelola oleh National Trust, menjadi daya tarik wisata. Rentang jembatannya 20 meter dan tingginya 30 meter di atas bebatuan di bawahnya.



4. Royal Gorge Bridge
Sebagai salah satu daya tarik wisata dekat Canon City, Colorado, pernah memegang rekor sebagai jembatan tertinggi sebelum kalah oleh jembatan Beipanjiang di Cina. Rentang Royal Gorge 286 m, panjangnya 384 m dan lebarnya 5,5 m.



5. Inca Rope Bridge
Jembatan ini ada di Lembah Apurimac, Peru. Cara pembuatannya sudah dikenal sejak jaman kekaisaran Inca. Dibuat dari serat alami yang ditenun menjadi tali yang kuat.



6. Sky Bridge, Pulau Langkawi.
Letaknya di Pulau Langkawi, Malaysia. Tingginya 687 m dari permukaan laut. Jembatan Sky merupakan jembatan paling spektakuler karena bentuknya yang melengkung sepanjang 136 meter dan lebar jembatan 2 meter.



7. Puente de Ojuela
Ojuela adalah sebuah pemukiman pertambangan kecil terletak di barat laut kota Durango, bagian utara Meksiko. Sekarang dikenal sebagai kota hantu akibat sudah ditinggalkan karena tidak lagi produktif. Jembatan ini dikenal sebagai "Puente de Ojuela" (Ojuela Bridge) oleh penduduk setempat. Dirancang oleh Roebling Bersaudara, yang juga merancang Jembatan Brooklyn.



8. Hussaini Hanging Bridge
Jembatan gantung yang ada di Pakistan Utara ini dikenal sebagai jembatan paling berbahaya di dunia. Rentangannya melintasi Danau Borit di atas Hunza. Kondisinya diperparah karena banyak papan yang hilang dan cocok sebagai penguji adrenalin bagi Anda yang gemar bertualang.
Read more >>

Pantai Karang Tirta



Obyek wisata lainnya setelah Pantai Indah Pangandaran adalah Pantai Indah Karang Tirta. Obyek wisata ini terletak di sebelah selatan Pantai Indah Pangandaran dengan jarak kurang lebih 8 KM. Ada di sebelah kiri jalan raya jalur Pangandaran - Cijulang, tepatnya di Desa Sukaresik, Kecamatan Pangandaran. Obyek wisata ini sangat berbeda dengan obyek wisata lainnya di area selatan Pangandaran. Untuk masuk ke obyek wisata ini, pengunjung cukup merogoh kocek Rp. 3.000,- per orang, atau Rp. 6.000,- per motor, atau Rp. 30.000,- per kendaraan kecil (pribadi), atau Rp. 60.000,- untuk rombongan dengan kendaraan bus pariwisata. Cukup murah bukan? 


Pantai Karang Tirta


Obyek wisata Karang Tirta juga sama menyediakan penginapan sederhana. Biasanya, jika kondisi ramai (liburan) rumah-rumah penduduk bisa di jadikan tempat penginapan, tentunya dengan harga yang sangat terjangkau sekitar Rp. 300.000,- per losmen/rumah per 24 jam. Masalah makanan? Tidak usah khawatir, karena di area obyek wisata Karang Tirta ini banyak sekali restorant-restorant musiman sesuai dengan kondisi liburan. Selain lautnya yang tenang, juga memiliki pantai yang landai dan luas sehingga para pengunjung dapat bersantai ria di pesisir pantai. Selain itu, obyek wisata Karang Tirta ini mirip dengan sebuah bengawan, dimana arus air laut yang tenang, tidak berkarang sehingga banyak sekali para pengunjung yang sengaja mencari kerang-kerang kecil, ikan-ikan kecil, atau kepiting rajungan dan umang hanya untuk sekedar kesenangan dan bersantai semata.
Read more >>

Mata Air cirengganis

Cerita ini berawal dengan adanya sebuah pemandian berupa sungai kepunyaan seorang Raja bernama Raja Mantri. Pada suatu hari Raja Mantri pergi melihat-lihat pemandiannya, kebetulan waktu itu Dewi Rengganis dan para Inangnya sedang mandi.

Dewi Rengganis adalah putri dari kayangan, karena terdorong oleh perasaan hatinya kemudian Raja Matri mengambil pakaian Dewi Rengganis. Alangkah terkejutnya sang Dewi karena pakaiannya sudah tidak ada pada tempatnya, Inangnya disuruh untuk mencarinya akan tetapi tidak berhasil. Karena kesalnya Dewi Rengganis kemudian berkata barang siapa menemukan bajunya maka akan dijadikan saudara bila perempuan dan bila laki-laki akan dijadikan suami.

Semua perkataan Dewi terdengan oleh Raden Mantri kemudian dia keluar dari persembunyiannya. Untuk menepati janji, Dewi Rengganis bersedia menjadi istri Raden Raja Mantri.
Setelah menikah kemudian pemandian ini diserahkan kepada Dewi Rengganis. Sejak itu pemandian itu dinamakan Cirengganis dan sampai sekarang banyak orang yang masih percaya akan khasiat apabila mandi disana.
Read more >>

SEJARAH GEDUNG UYENG

Bangunan berarsitektur Belanda di jalan Raya Babakan KM.1 memang selalu menjadi misteri,Gedung Uyeng Begitu warga
Pangandaran menyebutnya, bangunan yang selalu terlihat angker dan menyeramkan,kondisi dinding yang retak-retak ditambah
property dan peralatan rumah tangga yang sudah tua membuat warga enggan main-main di sekitar bangunan itu.

Dari namanya Gedung Uyeng merupakan rumah milik keluarga Pak Uyeng Warga Keturunan Cina yang tinggal di Pangandaran
sejak tahun 1965, informasi dari penjaga gedung Uyeng Pak Uyeng sendiri berprofesi sebagai seorang guru di Pangandaran Dia
membeli bangunan ini dari seseorang keturunan belanda.

Sepeninggal Pak Uyeng Gedung Uyeng sudah tidak terawat lagi,anak-anaknya yang tinggal di kota Bandung sepertinya tidak ada
waktu untuk memelihara rumah peninggalan kakek moyangnya itu, akhirnya Cicit Pak Uyeng atau keturunan kelima keluarga Pak
Uyeng menjual rumah Kakek moyangnya itu ke pada keluarga Susi Pujiastuti, pemilik maskapai Susi Air.

Dari bentuk bangunan yang dipertahankan keasliannya itu, Saat ini keberadaan Gedung Uyeng di Jalan Raya Babakan KM.1
Pangandaran sering digunakan untuk keperluan Shooting Film Kolosal atau pengambilan Photo Prewedding oleh para Photografer.
Read more >>

CAGAR ALAM PANANJUNG

BELUM lengkap rasanya jika mengunjungi objek wisata Pantai Pangandaran bila tidak menginjakkan kaki di Taman Wisata Alam (TWA) Pangandaran. Objek wisata ini merupakan satu-satunya objek wisata hutan yang ada di Pangandaran, Kabupaten Ciamis. Keadaan topografi sebagian besar landai dan di beberapa tempat terdapat tonjolan bukit kapur yang terjal.


TWA Pangandaran memiliki kekayaan sumber daya hayati berupa flora dan fauna serta keindahan alam. Hutan sekunder yang berumur 50-60 tahun dengan jenis dominan antara lain laban, kisegel, merong , dan sebagainya. Juga terdapat beberapa jenis pohon peninggalan hutan primer seperti pohpohan kondang, dan benda . Hutan pantai hanya terdapat di bagian timur dan barat kawasan, ditumbuhi pohon formasi Barringtonia, seperti butun, ketapang.

Dengan berbagai ragam flora, kawasan TWA Pangandaran merupakan habitat yang cocok bagi kehidupan satwa-satwa liar, antara lain tando, monyet ekor panjang , lutung , kalong , banteng, rusa, dan landak. Sedangkan jenis burung antara lain burung cangehgar, tlungtumpuk, cipeuw , dan jogjog. Jenis reptilia adalah biawak , tokek, dan beberapa jenis ular, antara lain ular pucuk.

Banyaknya flora dan fauna yang berkembang biak di sana merupakan daya tarik tersendiri. Tidak heran jika TWA Pangadaran tidak pernah sepi dari kunjungan para wisatawan. Selain itu, TWA ini mempunyai berbagai daya tarik lainnya, seperti Batu Kalde, salah satu peninggalan sejarah zaman Hindu. Selain itu, banyak terdapat gua alam dan gua buatan seperti Gua Panggung, Gua Parat, Gua Lanang, Gua Sumur Mudal, dan gua-gua peninggalan Jepang.

Daya tarik lainnya yang berada di TWA, baik yang berada di kawasan cagar alam darat maupun cagar alam laut, adalah Batu Layar, Cirengganis, Pantai Pasirputih di kawasan cagar alam laut. Lalu, padang pengembalaan Cikamal, yang merupakan areal padang rumput dan semak seluas 20 ha sebagai habitat banteng dan rusa. Air terjun yang berada di kawasan cagar alam bagian selatan, dapat ditempuh dengan jalan kaki selama 2 jam melalui jalan setapak.

Sejarah kawasan

Pada tahun 1922, seorang Belanda bernama Eyken membeli tanah pertanian di pananjung Pangandaran, kemudian memindahkan penduduk yang tinggal di daerah yang sekarang menjadi taman wisata alam. Selanjutnya daerah tersebut dikelola sebagai daerah perburuan pada tahun 1931.

Pada tahun 1934, daerah tersebut diresmikan menjadi sebuah wildreservaat dengan keputusan Statblad 1934 nomor 663. Tetapi dengan ditemukannya jenis-jenis tumbuhan penting, termasuk Raflesia patma pada tahun 1961, membuat statusnya diubah menjadi cagar alam, dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian No.34KMP/tahun 1961. Akhirnya pada 1978, karena adanya potensi yang dapat mendukung pengembangan pariwisata alam, sebagian wilayah cagar alam yang berbatasan dengan areal permukiman statusnya diubah menjadi taman wisata alam.

Tahun 1990 dikukuhkan pula kawasan perairan di sekitar cagar alam laut (470 ha), sehingga luas kawasan perairan di sekitar Pangandaran seluruhnya menjadi 1.500 ha. Perkembangan selanjutnya berdasarkan SK Menteri Kehutanan No.104/kpts-II/1993, pengusahaan TWA Pangandaran diserahkan kepada Perum Perhutani dan diserahkan fisik pengelolaannya pada 1 November 1999.

TWA Pangandaran mempunyai banyak legenda, seperti legenda Gua Parat. Gua ini dulu tempat bertapa dan bersemedi beberapa pangeran dari Mesir, yaitu Pangeran Kesepuluh (Syekh Ahmad), Pangeran Kanoman (Syekh Muhammad), Pangeran Maja Agung, dan Pangeran Raja Sumenda. Di dalam gua ini terdapat dua kuburan sebagai tanda bahwa di tempat inilah Syekh Ahmad dan Muhamad menghilang (tilem).

Gua Panggung

Menurut cerita, yang berdiam digua ini adalah Embah Jaga Lautan atau disebut pula Kiai Pancing Benar. Beliau merupakan anak angkat dari Dewi Loro Kidul dan ibunya menugaskan untuk menjaga lautan di daerah Jabar dan menjaga pantai Indonesia pada umumnya. Oleh karena itu, beliau disebut Embah Jaga Lautan.

Gua Lanang

Gua ini dulunya merupakan keraton pertama Kerajaan Galuh. Sedangkan keraton yang kedua terdapat di Karang Kamulyan Ciamis. Raja Galuh adalah laki-laki (lanang) yang sedang berkelana.

Batu Kalde atau Sapi Gumarang

Di tempat ini, menurut cerita, tinggal seorang sakti yang dapat menjelma menjadi seekor sapi yang gagah berani dan sakti. Sapi Gumarang adalah nakhoda kapal.

Cirengganis

Cerita ini berawal dari adanya sebuah pemandian berupa sungai kepunyaan seorang raja bernama Raja Mantri. Pada suatu hari, Raja Mantri pergi untuk melihat-lihat pemandiannya.

Kebetulan waktu itu Dewi Rangganis dan para inangnya sedang mandi. Karena terdorong oleh perasaan hatinya, Raja Mantri mengambil pakaian Dewi Rangganis. Karena kesal, Dewi Rangganis kemudian berkata, barang siapa menemukan bajunya, bila perempuan akan dijadikan saudara dan bila laki-laki akan dijadikan suami.

Kawasan Konservasi Sumber Daya Alam Pangandaran semula merupakan tempat perladangan penduduk. Tahun 1922, ketika Y. Eycken menjabat Residen Priangan, diusulkan menjadi Taman Buru. Pada waktu itu dilepaskan seekor Banteng, 3 ekor Sapi Betina dan beberapa ekor rusa. Karena memiliki keanekaragam satwa yang unik dan khas serta perlu dijaga habitat dan kelangsungan hidupnya maka pada tahun 1934, status kawasan tersebut diubah menjadi Suaka Margasatwa dengan luas 530 ha.

Tahun 1961, setelah ditemukan bunga Raflesia Fatma yang langka, statusnya diubah lagi menjadi Cagar Alam. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat akan tempat rekreasi, maka pada tahun 1978, sebagian kawasan tersebut (37,70 ha) dijadikan Taman Wisata. Pada tahun 1990 dikukuhkan kawasan perairan di sekitarnya sebagai Cagar Alam Laut (470 ha), sehingga luas seluruhnya menjadi 1.000 ha.

Dalam perkembangan selanjutnya, berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 104/Kpts-II/1993 pengusahaan wisata TWA Pangandaran diserahkan dari Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam kepada Perum Perhutani. Kegiatan wisata yang dapat dilakukan di kawasan konservasi Pangandaran dan sekitarnya adalah: lintas alam, bersepeda, berenang, bersampan, scuba diving, snorking dan melihat peninggalan sejarah.

Cagar alam seluar ± 530 hektar, yang diantaranya termasuk wisata seluas 37,70 hektar berada dalam pengelolaan SBKSDA Jawa Barat II. Memiliki berbagai flora dan fauna langka seperti Bunga Raflesia Padma, Banteng, Rusa dan berbagai jenis Kera. Selain itu, terdapat pula gua-gua alam dan gua buatan seperti: Gua Panggung, Gua Parat, Gua Sumur Mudal, Gua Lanang, gua Jepang serta sumber air Rengganis dan Pantai Pasir Putih dengan Taman Lautnya. Untuk Taman Wisata Alam (TWA) dikelola Perum Perhutani Ciamis.
Read more >>
 

†>Musik<†

Free Music Online
Free Music Online

free music at divine-music.info

Popular Posts